SEJARAH
GRIYA KONGCO DWIPAYANA
Pada awalnya pendiri dari Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap yaitu Ida Bagus Adnyana awalnya ia menemukan prasasti di tempat berdirinya Griya Kongco Dwipayana yang bertuliskan huruf Cina. Prasasti tersebut berisikan nama Dewa dan dinastinya yang beristana di Griya Kongco Dwipayana, Ida Bagus Adnyana dengan istri mengemban misi yang diberikan oleh Dewa yang beristana disana, misi yang pertama yaitu dengan tangkil ke tempat-tempat suci yang mereka lakukan hampir setahun penuh. Setelah melakukan tangkil tersebut mereka melakukan misi selanjutnya yaitu membangun tempat ibadah ditempat prasasti tersebut ditemukan, dengan bantuan dan dukungan oleh umat Cina. Karena lokasi tersebut merupakan lahan milik negara, maka perlu melalui proses yang cukup banyak. Berkat adanya prasasti tersebut, ijin pembentukan tempat ibadah tersebut menjadi lebih mudah.
Pada tahun 1987 Griya Kongco Dwipayana masih berupa bangunan kecil yang tidak memiliki pembatas dan disekitarnya terdapat hutan bakau. Pada saat itu tempat bersemayamnya dewa utamanya hanya sebuah onggokan batu. Pembangunan tempat bersemayamnya dewa utama mulai dilakukan pada tahun 1998, setelah pembangunan dewa utama selesai lalu dilanjutkan dengan pembangunan bangunan dewa-dewa pelindung Kongco seperti, bangunan Tujuh Dewi, Pagoda Tujuh Tingkat dan Griya atau pasraman Ida Bagus Adnyana selaku pengelola dan mangku di Kongco tersebut, pembangunan Griya Kongco Dwipayana selesai pada tanggal 9 September 1999. Dana pembangunan Griya Kongco Dwipayana didapatkan dari sumbangan pengunjung Kongco, sumbangan tersebut berasal dari etnis dan agama yang berbeda-beda